Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Sex Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sex Education. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2013

Hamil Wannabe

Huoooo... Ga kerasa udah hampir 4 bulan menyandang gelar Ny. Andrian. Dan dalam jangka waktu 4 bulan ini udah mulai banyak yang nanya, "Udah 'isi' belom?"
Dan jawaban favorit saya adalah, "Beloooommmm.. Mau bantuin gaaakk?"

Haha. Akhirnya merasakan juga keresahan para istri yang ditanya "Kapan isi?", "Kok belom hamil juga?"
Yaudahlah ya, kehamilan kan urusan nyawa dan itu udah urusan Allah. Yang jelas kapan dikasih Insya Allah saya dan suami siap sedia.

Kegalauan pengen punya anak cepet sebenernya udah dirasain dari H+1 nikah. Wedeeee.. Tapi, dari sebelum nikah sampai sekarang kami sama sekali belum melakukan cek kesehatan. Jadi kita gak tau tuh apakah saya ada penyakit semacam kista atau tokso, terus suami kondisi spermanya gimana, dan bagaimana kesuburan kami berdua. Terus rada nyesel juga sih kenapa gak langsung dicek aja dari dulu. Kalo sekarang udah males. Rrrrr..

Sebenernya waktu itu ada kejadian. Jadi kira-kira H+5 setelah nikah, setelah melakukan hubungan suami-istri, tiba-tiba aja vagina saya mengeluarkan darah. Padahal selaput dara saya sudah robek dan berdarah H+1 menikah. Hal ini terjadi sampai beberapa hari setelahnya. Saya coba googling untuk mencari tau hal ini, dan saya temukan artikel berikut:

Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.
Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :
  • Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  • Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  • Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  • Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause
  • Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  • Kanker leher rahim
  • Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim
  • Resiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  • Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Saya coba periksakan ke dokter karena saya khawatir jangan-jangan saya kena kanker serviks. Setelah dicek, ternyata kata dokter ada polip kecil di mulut vagina saya. Namun hal itu bisa diatasi dengan tindakan dokter dan saya tidak perlu takut susah punya anak karena letaknya bukan di dalam rahim. Saat itu juga dokter melakukan tindakan dengan 'mengambil' polip tersebut. Vagina saya dimasukkan semacam alat untuk memeriksa bagian dalam vagina. Rasanya sakiiiiittt banget 'diobok-obok' secara brutal. Kayak diperkosa.

Setelah pemeriksaan, dokter ngasih obat berbentuk pil yang ukurannya kira-kira sebesar kelingking yang harus dimasukkan ke vagina. Obat ini sebelumnya harus dimasukkan ke kulkas biar dingin. Karena ketika dimasukkan ke vagina, obat tersebut mencair dan -selain sakit- rasanya panaaaaassss. Selain itu saya dan suami harus "berpuasa hubungan suami istri" sampai obat tersebut habis. Setelah obat tersebut habis dan saya tidak mengeluarkan darah lagi, saya check up lagi ke dokter. Kata dokter saya masih mengeluarkan flek dan harus "puasa" lagi dan memakai obat yang dimasukkan ke vagina itu lagi.

Keluar dari ruangan dokter, kontan aja saya nangis. Pertama, sebagai istri saya merasa gak bisa melayani suami saya dalam waktu yang lama. Kasian juga dia udah seminggu lebih nahan "puasa". Kedua, gimana saya mau hamil kalo disuruh puasa terus?! Kapan punya baby-nya?!
Tapi waktu itu suami saya menenangkan saya dengan kalimat saktinya, "Tenang Neng, kita baru 2 minggu nikah. Bukan 2 tahun! Yang udah bertahun-tahun nikah belom punya anak aja santai."
Beberapa hari kemudian saya haid dan saya pun menghentikan pemakaian obat yang saya rasa terlalu menyiksa.

Bulan berikutnya, suami mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan luka bakar di bagian kaki. Karena itu kami tidak melakukan hubungan suami istri dulu karena suami gak bisa terlalu banyak bergerak. Bahkan dalam kondisi santai aja, 2x saya gak sengaja nendang kakinya :P

Bulan ketiga pernikahan kami, saya dihadapkan cobaan dengan load kerja yang memuncak. Hampir setiap hari saya pulang malam. Padahal saya gak boleh kecapekan kalo sedang program hamil. Sempat sekali waktu tiba-tiba saja saya mengeluarkan flek darah. Ada yang bilang itu sebenernya berhasil terjadi pembuahan, tapi mungkin entah karena kandungan si ibu yang tidak kuat atau kondisi ibu yang sedang sakit/kecapekan, pembuahan tersebut gagal berlanjut dan akhirnya luruh. Sedih. Dan setiap kali datang haid rasanya kecewa sangat. Melebihi kekecewaan waktu peringkat MBUI lagi turun di GPMB dan kekecewaan ketika lulus kuliah IPKnya gak bagus :(

Bulan ke-4 pernikahan dan saya masih haid juga. Udah banyak teman yang menikah dan gak lama bisa langsung hamil :( aku iri sangat. Untungnya ada yang ngasih semangat. Beberapa rekan kerja bilang kalo mereka waktu itu sempet kosong 5 bulan, 7 bulan, 8 bulan dan baru hamil. Bahkan yang mengharukan semangat dari ibuku. Beliau bilang, ibu mesti nunggu 13 bulan untuk ngedapetin aku dulu! Wow!

Intinya sih mesti sabar, tawakkal, dan positive thinking. Kalau kata yangti, ya dinikmatin dulu aja masa pacaran sama suami, hamilnya entar-entar aja. Tapi abis itu si yangti nanya terus "Udah hamil apa belom?" Laaaahh, katanya pacaran doloooo..

Sekarang ini saya lagi usaha memperkirakan masa subur tiap bulan, doa terus ke Allah, dan semangat bikin dedek :P

Rabu, 19 Mei 2010

Tahap-Tahap Intimasi dengan Pasangan


Suatu ketika di pertengahan tahun 2008, ketika mengalami masa-masa “stress tapi menyenangkan”, kami para pengurus MBUI saat itu melakukan refreshing otak dengan bertamasya ke Margo City hingga larut malam. Nah, kebetulan waktu itu Margo City-nya udah mau tutup tapi kitanya belom mau pulang, maka jadilah kita nongkrong di trotoar depan Margo deket angkot-angkot ngetem sambil membicarakan hal-hal yang menurut kami layak untuk diperbincangkan.

Tema obrolan kita saat itu adalah mengenai SEX. Kenapa tulisannya mesti di-CAPS LOCK dan bold?? Saya juga kurang paham sama kemauan jari-jari tangan saya yang mengetik ini. Kadang suka iseng pencet CAPS LOCK dan ctrl-B.

Anyway, yang menjadi pembicara utama saat itu adalah mantan PO GPMB 2008, mbak Putu Ayu Widhi Lestari. Beliau menjelaskan panjang x lebar = LUAS mengenai SEX. Untuk saya yang masih polos dan lugu, apa yang dijelaskannya merupakan suatu bentuk edukasi karena selama ini saya kurang paham. Apalagi saat itu status saya masih single and very happy. Masih sok belom ngerti apa itu “pacaran”, seperti apa bentuknya, ngapain aja, and the bla and the bre.

Karena kondisi saya itulah, mbak Putu menyarankan kepada saya jika pada suatu hari udah “dimiliki” sama seseorang, supaya lebih menjaga diri. Karena perempuan itu memiliki suatu harga yang tidak bisa dinilai oleh apapun. Jangan sampai karena terlalu cinta lalu memberikan segalanya buat “sang pemilik”. Toh, dia pun belum menjadi suami sah jadi untuk apa jika hubungan dalam berpacaran terlalu intim. Itu inti yang saya tangkap dari wejangan-wejangannya mbak Putu.

Kemudian mbak Putu menjelaskan bahwa dalam berhubungan dengan pasangan terdapat tahap-tahap intimasi. Pertama, pegangan tangan. Kalo saya pribadi sih mengartikan ‘pegangan tangan’ itu sebagai tanda ‘menjaga’.Yaa, buat tahap yang ini sama mami, papi, dedek juga suka pegangan tangan kan. Lebih jauh lagi, dari tahap ini bisa berlanjut ke rangkulan. Kayak kita sama sohib CSan kan suka saling merangkul tanda persahabatan noh.

Kedua, kissing. Dari cipika-cipiki-jidat-bibir-leher lalu makin lama turun ke bawah. Nah, cium bibir pun ada versi tersendiri. Versi yang biasa aja, bibir ketemu bibir. Tapi ada juga istilah French Kiss yang sambil memainkan lidah. Dalam bayangan saya, yang dimaksud ‘memainkan lidah’ di sini kayak ular berbisa yang menjulurkan dan menggetarkan lidah bercabangnya. Tapi teman-teman saya tidak sependapat dengan saya.
Lalu juga ada istilah cupang, ciuman yang memberikan tanda. Biasanya tahap ini dilakukan jika kissing yang dilakukan sudah lebih ke arah sensual dan TKP-nya di area leher ke bawah.

Ketiga, graping atau meraba-raba. Apaan yang diraba? Yaa, ga mungkinlah ya ngeraba-raba tas. Itu mah copet mau nilep. Biasanya lokasi TKP-nya daerah dada ke bawah, bisa belakang atau depan. Bahkan pada tahap ini bisa jadi ‘si alat peraba’ menjalar-jalar masuk ke ‘liang lahat’. Ini ga cuma dilakukan dari cowo ke cewe, walaupun pelaku utama biasanya kaum Adam. Bisa juga dari cewe ke cowo.

Keempat, peting atau menggesek-gesekkan alat kelamin ke pasangan. Namun pelaku dan/atau pasangannya masih memakai baju atau setidaknya ada kain yang menjadi hijab pada saat peristiwa penggesekan tersebut.

Kelima, penetrasi. Naaah, ini nih yang paling bahaya. Bisa menghadirkan orang ketiga. Kamu-kamu sekalian ada di dunia juga akibat tahap yang satu ini. Ga usah dijelaskan lebih jauh, saya yakin anda-anda semua lebih expert dari saya soal yang satu ini.


Kesimpulannya, dalam menjalin hubungan dengan pasangan, setiap orang punya batasannya sendiri. Ada yang cukup pegangan tangan aja, ada yang menganggap cuma kissing it’s fine asal ga berlebihan, ada yang bebas-bebas aja penetrasi, bahkan ada yang ga mau ngapa-ngapain. Itu semua tergantung dari bagaimana caranya bersikap dalam koridor norma-norma yang diyakini.

Sabtu, 01 Mei 2010

Jenis-Jenis Kelainan Seksual

Tertarik secara seksual pada lawan jenis adalah hal yang lumrah bagi setiap orang. Namun jika bentuk ketertarikan seksual itu berbeda dengan umumnya, bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang 'menyimpang' bagi masyarakat. Hal ini disebut dengan deviasi seksual atau kelainan seksual. Ada berbagai macam jenis yang dikategorikan sebagai bentuk kelainan sosial, antara lain:

Homoseksual dan Transvestitism

Keduanya merupakan kelainan seksual berupa menyukai sesama jenis kelamin. Pada laki-laki disebut gay dan pada wanita disebut lesbi. Perbedaannya, homoseksual tidak memiliki keinginan untuk menampilkan diri seperti perempuan, sedangkan transvestitism ingin tampil selayaknya perempuan.

Sadomasokisme dan Masokisme
Sadomasokisme adalah penyimpangan seksual yang mendapat kenikmatan seks setelah menyakiti pasangannya, biasanya hal ini dilakukan oleh kaum pria. Sedangkan Masokisme adalah kelainan seks yang menikmati seks jika terlebih dahulu disiksa oleh pasangannya. Kebanyakan masokisme dialami oleh perempuan dan merupakan akibat dari sadomasokisme yang dilakukan pasangannya.

Pedophilia
Berhubungan seks atau menyukai kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur. Pedophilia terdiri dari dua jenis, yaitu: Pedophilia Homoseksual dan Pedophilia Heteroseksual.

Incest
Hubungan seks dengan sesama anggota keluarga yang memiliki relasi kuat. Misalkan, ayah dengan anak perempuannya.

Ekshibisionis
Senang memperlihatkan alat vital kepada orang lain. Pelakunya akan terangsang jika melihat orang lain takut, jijik, terkejut, dsb. Biasanya terjadi pada laki-laki dengan objeknya wanita. Untuk menghadapi orang seperti ini diperlukan sikap yang tenang, tidak peduli, bahkan kalau bisa memberikan kesan ‘remeh’ terhadap pelaku, bahkan lebih bagus lagi kalau "dedek"-nya disentil. KAPOK DIA!!

Sodomi 
Berhubungan seks melalui pan*a*. Pelakunya sudah pasti kaum lelaki. Objek bisa laki-laki juga atau perempuan, bisa jadi anak di bawah umur, orang dewasa, atau tua renta bangkotan.

Voyeurisme
Mendapatkan kepuasan seksual dengan melihat atau mengintip orang lain yang sedang melakukan hubungan suami isteri (scoptophilia), sedang telenji atau sedang mandi.

Frotteurisme
Mendapatkan kepuasan seks dengan menggesek-gesekkan alat vital ke tubuh perempuan di tempat umum, Biasanya terjadi di sarana angkutan publik yang paling banyak penumpang berdesak-desakan seperti kereta atau bis.

Fetishisme
Menyalurkan kepuasan seksnya dengan benda-benda mati (masturbasi dong?) seperti rambut, pakaian dalam, aksesoris, kain sutera, sepatu, saputangan, minyak wangi, atau stocking yang terkait dengan jenis kelamin lain. Biasanya benda-benda tersebut diperoleh dengan cara mencuri.

Necrophilia
Suka berhubungan seks dengan mayat. Bisa juga dilakukan dengan membunuh korban terlebih dahulu lalu berhubungan seks dengan jenazah korban tersebut. Bisa dipastikan penderita kelainan ini memiliki keberanian tingkat tinggi (seks sama mayat gitu loh).

Bestially dan Zoophilia
Suka berhubungan seks dengan binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing, dll. Sedangkan zoofilia adalah kelainan seksual di mana seseorang terangsang melihat binatang yang sedang ‘kimpoi’.



Dari jenis-jenis kelainan seksual di atas, adakah dari kalian yang -mungkin- mengalami salah satunya?